Kejadianmati lampu atau listrik PLN Mati memang salah satu hal yang menjengkelkan, apalagi saat kita sedang menyelesaikan pekerjaan di PC atau sedang menikmati acara di televisi. Tentunya reaksi terhadap listrik PLN mati berupa banyak kicauan yang mengeluh atas layanannya yang dinilai kurang sepadan dengan kenaikan tarif listrik.
Ini kenapa setiap awal Ramadan mati air terus, tahun lalu juga kejadian seperti ini,' kata warga
'Sekarang ini, warga kami membeli air pakai tangki dan galon. Setiap hari beli air Rp50-70 ribu untuk air bersih saja. Apakah PDAM tidak memikirkan kami selaku pelanggan?'' tanya Dedet. Untuk itulah, dia berharap PDAM segera turun dan melakukan perbaikan. ''Hidupkan kembali air ke rumah warga. Karena air bersih itu kebutuhan utama warga
Vay Tiền Nhanh.
AMLAPURA- Sejumlah warga di Dusun Abang Kelod, Desa Abang, Kecamatan Abang dibuat pusing. Ini lantaran air PDAM di daerah tersebut mati sejak beberapa hari terakhir. Kondisi ini pun membuat warga susah karena tak mendapat pasokan air itu datang dari salah seorang warga setempat bernama, I Nyoman Kantun. Kantur mengatakan, sudah tiga hari air PDAM tidak mengalir ke rumahnya. “Sejak tiga hari air PDAM tidak mengalir ke rumah saya. Akibatnya saya harus meminta air ke tetangga yang mempunyai sumur galian di rumahnya,” kata hal ini, Perbekel Desa Abang I Nyoman Sutirtayana, membenarkan bahwa warga di desanya kini kesulitan air bersih setelah air dari PDAM tidak mengalir. Kondisi ini membuat warga kelimpungan. Terutama warga yang tidak memiliki tempat penampungan air atau sumur rumahan. “Mengenai penyebab kenapa air tidak mengalir saya kurang tahu, tapi biasanya jika air PDAM tidak mengalir pasti karena ada masalah kerusakan pipa atau yang lainnya,” berharap matinya air PDAM ini tidak berlansung lama. Sehingga pihaknya meminta warga untuk bersabar sembari menunggu perbaikan dari pihak PDAM. “Mungkin ada kerusakan dan kami menunggu perbaikan. Semoga ini tidak lama,” harapnya. Terkini
Petugas PDAM mengecek Instalasi Pengolahan Air. ilustrasi Humas PDAM Tirta Bhagasasi, Ahmad Fauzi, menjelaskan, matinya air yang dialami oleh pelanggan lantaran sedang ada pemeliharaan elektrikal. Akibatnya, listrik di Instalasi Pengolahan Air IPA Cabang Bekasi Kota dan Bekasi Timur dipadamkan. BEKASI - Pelanggan PDAM Tirta Bhagasasi mengeluh lantaran air di rumahnya belum juga menyala dari Ahad 14/3 pagi hingga Senin 15/3. Salah satunya, Ari Dwibudiawati, yang merupakan warga Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. "Air sudah tiris dan belum nyala juga dari kemarin pagi," kata Ari kepada Senin 15/3. Ari mengeluh, lantaran tak ada pemberitahuan kepada pelanggan dari jauh-jauh hari. Hal ini menghambat aktivitasnya seharian."Mau ngapa-ngapain jadi takut kalau airnya habis. Dan nggak ada pemberitahuan sebelumnya," ungkapnya. Diakui Ari, peristiwa matinya air tanpa pemberitahuan sebelumnya ini bukan pertama kali terjadi. Sementara itu, Humas PDAM Tirta Bhagasasi, Ahmad Fauzi, menjelaskan, matinya air yang dialami oleh pelanggan lantaran sedang ada pemeliharaan elektrikal. Akibatnya, listrik di Instalasi Pengolahan Air IPA Cabang Bekasi Kota dan Bekasi Timur dipadamkan. "Kami beritahukan untuk pelanggan cabang Bekasi Kota, Setia Mekar, dan sebagian wilayah Rawa Tembaga Galaxy, Pekayon, Cikunir untuk sementara waktu distribusi air terganggu bahkan terhenti," kata dia. Saat ini, lanjut dia, tim teknik distribusi sudah standby di lapangan untuk melakukan wash out di beberapa titik untuk meminimalisir adanya tekanan kosong angin sehingga air ke pelanggan dapat mengalir lebih cepat. "Untuk saat ini IPA sudah mulai beroperasi dan pompa distribusi sudah mulai di jalankan dan supply air ke pelanggan perlahan lahan sudah mengalir," ujarnya.
kenapa pdam mati hari ini